Salah satu keunikan dan pesona utama motogp menurut aku adalah aksi menikung yang dilakukan oleh pembalap. Yang udah pernah liat motogp (minimal siaran di TV) pasti setuju kalau aku bilang aksi menikung pembalap-pembalap motogp ini bener-bener gila.
Aku gak tau berapa derajat kemiringan motor mereka waktu membalap.Kalau urusan lutut yang menyentuh aspal sih udah biasa, tapi kadang terlihat siku pembalap sampai menyentuh aspal. Hal ini lebih jelas terlihat kalau ada tayang ulang gerak lambat (sangat lambat malah). Gak tau beneran nyentuh apa gak sih, tapi yang jelas udah deket banget lah ama aspal.
Aksi menikung seperti ini memang dibutuhkan oleh pembalap. Disamping untuk melawan gaya sentrifugal, juga agar kecepatan motor tidak banyak berkurang pada saat melalui tikungan. Tapi aksi menikung yang terlalu miring akan menimbulkan masalah buat pembalap, apalagi kalau bukan jatuh. Semakin tinggi derajat kemiringan berarti akan semakin kecil bidang kontak antara ban motor dengan aspal, alhasil ban kehilangan gigitan ke aspal, ujung-ujungnya ya jatuh.
Dalam setiap balapan, baik sesi kualifikasi maupun pada saat balapan itu sendiri, selalu ada saja pembalap yang terjatuh karena terlalu miring pada saat menikung. Yang paling tragis adalah kejadian kecelakaan Marco Simoncelli di sirkuit Sepang Malaysia pada tahun 2011. Karena terlalu miring, akibatnya motor Marco jatuh, dan celakanya dia terjepit motornya sehingga terseret cukup jauh. Celakanya dari belakang ada pembalap lain yang sedang melaju dan langsung menghantam dia.
Positif atau negatif, yang jelas, aksi menikung para pembalap motogp ini memang patut dikagumi. Butuh nyali luar biasa untuk melakukan hal seperti itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar